Jumat, 03 Desember 2010

Steven & Coconut Treez - Enggan

Reff:
Bukan ku enggan pikirkan masa depan
dan juga bukan ku tak berangan-angan
Tapi ku enggan, hidupku jadi beban
Terkekang aturan yang menyesakkan...yeah

Kupercayakan semua yang tlah kujalani
dan yang akan terjadi
pada yang Menggariskan
Jadi yang kuinginkan yang kulakukan yang aku dapatkan
Mengalir sewajarnya, nikmati saja

Reff

Jangan dipikirkan... Oh...
Ya dibawa santai
Oh yeah yeahh....

Kupercayakan semua yang tlah kujalani
dan yang akan terjadi
pada yang Menggariskan
Jadi yang kuinginkan yang kulakukan yang aku dapatkan
Mengalir sewajarnya, nikmati saja

Reff

Oh yeah... yeahhh... oh!

Mengalir saja,
Nikmati saja yang aku rasa
Mengalir saja,
Nikmati saja yang kuterima

Reff 2x 

Pendapat/Komentar :
Menurut saya lagu steven ini mengartikan bahwa kita sebagai manusia tidak boleh putus asa, nikmati saja apa yang kita jalani apapun yang terjadi jika di landasi dengan usaha yang serius pasti kita mendapatkan hasil yang memuaskan. dan jika semua yang kita lakukan itu gagal maka jangan kita pikirkan, bawa santai ajah, karena kegagalan itu awal dari keberhasilan.

Dampak Penyerapan Teknologi Terhadap Pemakaian Bahasa Indonesia

Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi tentunya telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Bahkan semakin lama, kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.

Namun teknologi ini untuk sebagian orang justru memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang mereka jalin. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents.

Ambil saja facebook sebagai cotoh kasusnya. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman difacebook tapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif facebook yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal didunia maya tapi orang-orang yang hidup disekitar kita.

Oleh karena itu, mari kita imbangi kehidupan aktif kita didunia maya dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang intents dengan masyarakat yang ada disekitar kita. Dengan demikian kita tidak akan terkotak-kotakkan oleh hubungan yang sempit dan kita tidak akan kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan yang lain.

Diakhir  artikel ini, saya akan memberikan dua tips ringan untuk memanfaatkan teknologi sehingga kita mendapatkan sebuah kualitas hubungan yang baik dengan teman-teman kita. Berikut adalah tipsnya :
  1. Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan  teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata. 
  2. Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas positif yang sering melakukan pertemuan didunia nyata atau biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi anda karena komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan anda.

Sumber :
Google Search

Ditulis Oleh :
Vikhi Wakhidul Munir

Pendapat/Komentar :
Menurut saya dampak penyerapan teknologi terhadap pemakaian bahasa indonesia ini, perlu adanya keseimbangan di komunikasi dunia maya dan di dunia sebenarnya, karena jika kita berkomunikasi di dunia maya saja itu mengurangi komunikasi dengan dunia luar. Jadi kita sebagai manusia memang perlu tahu tentang teknologi masakini, tetapi kita juga harus membaginya agar menjadi seimbang dan agar  komunikasi kita tidak terputus dengan dunia luar.

Steven Coconut Treez - Bebas Merdeka

Banyak yang bertanya
aku ini mau jadi apa?
nggak kuliah juga nggak kerja
tapi kujawab inilah aku apa adanya

tapi jangan kira
aku gak berbuat apa-apa
aku berkarya dengan yang ku bisa
dan yang penting aku bahagia

yang penting aku gak nipu
gak bikin susah kalian
yang penting gak terlibat
3, 7, 8 ....

(*) 2X
kujalani apa adanya
aku bahagia
bebas lepas tanpa beban
aku merdeka

huoo.. yo.. yo.. yo..
na..na..na..na...

yang penting aku gak nipu
gak bikin susah kalian
yang penting gak terlibat
3, 7, 8 ....


back to (*)


yooo ... bebas merdeka.. 2X

Pendapat/komentar :
Menurut pendapat saya, lagu steven ini mengartikan bahwa menggapai masa depan itu tidak mesti kerja ataupun kuliah, yang penting apa yang mereka lakukan/kerjakan itu semuanya membuat mereka merasa senang atau bahagia, dan tidak salah jalan atau tidak terlibat seperti menipu,narkoba,dll nya. Percuma kita kerja ataupun kuliah kalau tidak dilandasi dengan kesenangan semuanya akan terasa berat dan membosan kan untuk di jalani. Jadi apapun jika dilandasi dengan kesenangan akan terasa lebih mudah dan menyenangkan untuk menjalaninya. Sekian Terima Kasih semoga bermanfaat bagi yang membacanya.


Membuat Blog Gratis (Blogger)

Dini sini saya akan menjelaskan menurut versi saya, bagaimana cara membuat blog gratis dan saya akan menjelaskan membuat blog di blogger, nah langsung jah yach !!! pertama yang harus kita lakukan yaitu masukkan URLnya yaitu www.blogger.com lalu tekan enter, setelah itu akan muncul tampilan menu blogger atau tampilan depan blogger.com.

Nah kemudian kita pilih Get Started (memulai langkah pertama pembuatan blog), setelah kita pilih dan kita di perintahkan untuk masukkan data-data yang wajib di isi, salah satunya yaitu di perintahkan untuk memasukkan alamat e-mailnya, jika anda belum mempunyai email atau tidak tahu cara membuatnya (e-mail) di blog saya ada cara membuat email, anda tinggal klik ajah ! ne URLnya http://khibboman.blogspot.com/2010/11/membuat-e-mail-gratis.html .

Setelah e-mail di buat dan dimasukkan kedata tersebut, dan tinggal isi data selanjutnya, karena cukup mudah. Kemudian klik atau pilih "lanjutkan" yang berada di sebelah kanan bawah, jika anda berhasil anda akan di perintahkan untuk mengisi judul blog yang akan anda buat dan juga isi alamat blognya, setelah itu klik "lanjutkan".

Selanjutnya pilih template awal atau tema untuk blog anda, sesuai yang anda inginkan dan pilih "lanjutkan". nah sekarang blog anda sudah jadi dan siap untuk di gunakan, dan jika anda ingin memulai mengisi blog sekarang juga pilih "mulai blogging" yang berada di sebelah kanan bawah anda kalau tidak tinggal close ajah. Sekian terima kasih informasi dari saya semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya.

Kamis, 02 Desember 2010

Tips Mengendarai Motor yang Aman dan Nyaman



Disini saya akan menjelaskan bangaimana cara mengendarai kendaraan bermotor yang aman dan nyaman, menurut saya yang pertama sebelum kita mengendarai kendaraan bermotor yaitu kita harus memakai helm, karena helm itu bagian dari keselamatan yang paling utama, dan adapun fungsi helm itu yaitu untuk melindungi bagian kepala agar pada saat mengalami kecelakaan tidak terjadi yang tidak kita inginkan pada bagian kepala.

Yang kedua yaitu menggunakan jaket agar lebih nyaman dan untuk menjaga agar kita tidak kedinginan ketika mengendarai motor pada malam hari dan juga agar terlihat lebih gagah dan lebih pede untuk mengendarai kendaraan yang kita gunakan, karena jaket juga berfungsi cukup baik ketika kita terjatuh dari motor dan karena kita menggunakan jaket, maka luka'a insyallah tidak terlalu parah.
 
Dan dalam kita mengendarai motor agar merasa aman, dalam arti yaitu tidak takut atau nerves ketika bertemu dengan polisi lalulintas, maka kita harus mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi), KTP ,STNK Motor, dan Tertib lalulintas atau patuh pada aturan lalu lintas, maka kitapun akan merasa lebih aman dan nyaman atau tidak takut di tilang, karena kita sudah melengkapi syarat-syarat dalam mengendarai kendaraan bermotor.


Sekian tips saya, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Terima Kasih.

Sabtu, 06 November 2010

Steven Coconut Treez - Semua sama

Untuk apa pandangku curiga
Hanya karena tampak luarku berbeda
Native friend-lah, inilah aku adanya
Jadi untuk apa kau besar kepala
Dan merasa dirimu paling sempurna
Sehingga kau pandangku seb’lah mata

Jalan kita berbeda
Bukan jadi suatu alasan
Tuk saling berseberangan nonono no no
Native friend-lah, yang ku punya
Kalau yang kau tawarkan
Biarkan saja

Dan yang penting bukankah
Kita semua sama
Tiada yang berbeda
Semuanya punya rasa cinta
Dan yang penting bukankah
Kita semua sama
Walau tempat berbeda
Semuanya (semuanya) saling bersaudara

Bukankah kita semua sama
Tiada yang berbeda
Semuanya punya rasa cinta
Dan yang penting bukankah
Kita semua sama
Walau tempat berbeda
Semuanya (semuanya) saling bersaudara
Dan yang penting bukankah
Kita semua sama
Tiada yang berbeda
Semuanya punya rasa cinta
Dan yang penting bukankah
Kita semua sama
Walau tempat berbeda
Semuanya (semuanya) saling bersaudara

Pendapat/Komentar :
Arti dalam lagu ini menurut saya yaitu bahwa, kita sebagai manusia yang sama-sama di ciptakan oleh yang maha kuasa tidak boleh sombong  atau merasa dirinya paling hebat, sebenernya kita itu semuanya sama, sama-sama  manusia dan semua manusia bersaudara.

Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja

“Bahasa yang digunakan seseorang mencerminkan pribadinya”

Gaul, dong! Pede aja lagi! Kasihan deh, lo! Nyantai aja, Coy! Begitulah antara lain “bahasa gaul” yang seringkali kita dengar di kalangan remaja kini. ‘Bahasa gaul” itu seakan telah menjadi bahasa resmi mereka. Bahkan bila dalatn pergaulan mereka ada diantaranya yang menggunakan bahasa Indonesia – katakanlah – yang baku, penggunaan bahasa tersebut seolah terdengar aneh dan dianggap norak dalam komunitasnya. Nggak salah, sih, apabila para remaja menggunakan “bahasa gaul”. Sedangkan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tentu Pusat Pembinaan Bahasa yang lebih berkompeten mengurusnya, Yang jelas-jelas salah adalah, jika “bahasa gaul” yang digunakan bersinggungan dengan nilai-nilai moral dan agama. Namun nyatannya, disadari atau tidak, justru hal itu yang sering terjadi. Dengan kata lain, banyak penggunaan “bahasa gaul” yang makna aplikatifnya cenderung tidak dibatasi oleh nilai-nilai atau norma-norma tadi (norm/essness).
Gaul, dong!
Dalam konteks sosial pergaulan remaja, “gaul” bukanlah sekedar kata.. Melainkan sudah menjadi semacam istilah atau ungkapan yang ruang lingkupnya menyentuh berbagai perilaku atau gaya hidup remaja. Sayangnya, istilah atau.ungkapan itu cenderung bertentangan dengan nilai atau norma-norma yang ada. Contohnya, berpacaran dengan ngeseks-nya, minum minuman keras (ngedrink), menggunakan obat terlarang (ngedrugs), berjudi (ngegambling) atau yang lainnya dianggap “gaul”. Begitu pula dengan kebiasaan nongkrong, ngeceng, atau yang jainnya. Lebih tegasnya, makna “gaul” lebih berkonotasi negatif.  Kata “gaul” yang sudah menggejala bahkan membudaya itu, disadari atau tidaK memiliki makna psikologis yang relatif cukup kuat pengaruhnya dalam komunitas pergaulan remaja. Akibatnya karena ingin disebut “gaul”, tidak sedikit diantara remaja yang ikut-ikutan untuk segera memiliki pacar, ngedrink; nyimenk, ngedrugs, atau yang lainnya termasuk nongkrong atau ngecengnya. Entah di pinggiran jaian, di mal-mal, di tempat-tempat hiburan, dan lain sebagainya. Istilah mereka : “Gaul dooong…”
Pede aja, lagi!
“Pede” (PD) adalah “bahasa gaul” yang mengungkapkan perlunya seseorang u.ntuk “percaya diri”, Namun ironisnya, himbauan, saran, atau perlunya seorang untuk bersikap “percaya diri1 ini juga cenderung tidak dibatasi oleh norma-norma tadi, Misalnya seorang gadis berok mini dan berbaju you can see disarankan untuk “pede” (baca : percaya diri) dengan pakaiannya itu. Bahkan bisa jadi si gadis memang merasa lebih “pede” dengan model pakaian demikian. “Pede aja lagi !” Begitulah bahasa mereka. Masih banyak contoh lain yang menunjukkan perlunya seseorang untuk bersikap “pede” namun tetap normlessness seperti tadi. Sebab ukuran “pede” yang seharusnya berlandaskan pada keluhuran nilai-nilai moral dan agama, terkikis oleh hal-hal yang bersifat fisik dan kebendaan. Contoh lainnya, seseorang merasa “pede” hanya lantaran kecantikan atau ketampanan wajahnya semata, “pede” hanya jika ke sekolah atau ke kampus membawa motor atau mobil, “pede” cuma karena mengandalkan status sosial keluarga, dan masih banyak kasus yang lain, Sedangkan merasa “pede” setelah memakal deodoran di ketiak, itu sih, tidak menjadi masalah. Daripada bauket dan mengganggu orang lain ? Ukuran “pede” seperti itu, jelas nggak bermutu, selain juga keliru. Pasalnya, pemahaman “pede” harus lebih ditempatkan dalam ukuran atau standarisasi nilai-nilai ahlak. Bukan karena landasan fisik dan kebendaan semata.
Kasihan deh, Lo!
Ungkapan ini juga termasuk bahasa gaul yang masih cenderung normless. Sebab ungkapan tersebut seringkali terlontar pada konteks yang tidak tepat. Sebagai contoh, seorang remaja yang tidak mau mengikuti tren tertentu dianggap : “Kasihan deh, Lo!”. Begitu pula dengan remaja yang membatasi diri dari perilaku lainnya yang sesungguhnya memang perlu/harus dihindari karena tidak sesuai dengan nilai atau norma-norma agama (Islam). Misalnya karena.tidak pernah “turun” ke diskotek lengkap dengan ngedrink atau ngec/njgsnya, ataupun perilaku negatif lain yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup remaja. Bisa juga ungkapan “Kasihan deh, Lu” ini tertuju pada remaja yang sama sekali tidak mengetahui berbagai informasi yang memang sesungguhnya juga tidak perlu untuk diketahui. Seperti tidak mengetahui siapa sajakah personil bintang “Meteor Garden” yang tergabung dalam “f4″ itu ? Siapa pula “Delon” itu? Atau yang lainnya
Nyantai aja, Coy!
Kekeliruan lain yang juga menggejala dalam “bahasa gaul” remaja adalah ungkapan : “Nyantai aja, Coy!” Tentu tidak masalah dalam kondisi tertentu kita “nyantai”, lebih tepatnya adalah “bersantai” atau istirahat untuk menghilangkan kepenatan. Namun yang menjadi masalah apabila “Nyantai aja, Coy” disini konteksnya mirip dengan lagu iklan Silver Queen : “‘…mumpung kiitaa masih muda, santai saja…” Ingat kan ? “Nyantai aja, Coy!” yang dilontarkan sebagian remaja seringkali bermakna ketidakpedulian terhadap kemajuan atau prestasi diri. Sebagai contoh, seorang remaja mengatakan, “Nyantai aja, Coy!” kepada temannya, karena temannya itu terlihat gelisah lantaran belum belajar untuk persiapan ujian besok pagi, “Nyantai aja, Coy!” terkadang bisa pula menunjukkan ketidakpedulian terhadap lingkungan sosial atau orang lain. Misalnya, seorang remaja putri sedang asyik ngobrol di telepon umum sementara banyak orang antri menunggu giliran. Ketika salah seorang yang antri menegurnya, ia malah menjawab “Nyantai aja, Coy!” Jika mau dicermati tentu masih banyak ungkapan : “Nyantai aja, Coy!” yang sering dilontarkan para remaja namun tidak sesuai dengan konteksnya bahkan menafikan keluhuran nilai-nilai akhlak, Repotnya, apabila mereka dinasihati untuk men}auhi berbagai perilaku yang tidak baik, termasuk dalam menggunakan ungkapan yang tidak tepat (karena tidak sesuai dengan konteksnya), maka dengan mudahnya mereka malah berbalik mengatakan, “Nyantai aja, Coy!”
Membudayakan bahasa gaul yang positif
Berbagai ungkapan seperti: “Gaul, dong!”, “Pede aja lagi!”, “Kasihan deh, Lo!”, “Nyantai aja, Coy!” atau mungkin berbagai ungkapan lain, dalam konteksnya sekali lagi seringkali tidak tepat atau tidak dibatasi oleh nilai-nilai : baik atau buruk. Karena ungkapan-ungkapan “bahasa gaul” itu mempunyai pengaruh psikologis yang relatif cukup kuat dalam mempengaruhi seorang remaja dalam komunitas pergaulannya, maka perlu adanya semacam upaya membudayakan “bahasa gaul” yang “positif” di kalangan mereka.
Contoh yang benar menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut disesuaikan dengan konteksnya atau sejalan dengan nilai-nilai moral adalah sebagai berikut :
Ungkapan Gaul dong!.
“Sebagai seorang pelajar atau mahasiswa, gaul dong dengan buku!”
“Masak pelajar atau mahasiswa gaulnya dengan ngedrugs, nongkrong, ngeceng, lagi”.
“Masak remaja muslim gaulnya seperti itu. Gaul dong dengan remaja masjid”.
Ungkapan Pede aja, lagi!
“Kalau sudah belajar, pede aja lagi!”
“Kalau kita berada dalam kebenaran, pede aja lagi!”
“Kalau sudah berpakaian sopan, kenapa mesti tidak pede!”
Ungkapan Kasihan deh, Lo!
“Kasihan deh Lo! Masak ngaku pelajar atau mahasiswa tapi berurusan dengan polisi (karena terlibat narkoba misalnya).”
“Masak seorang muslim tidak bisa baca Al Quran. Kasihan deh, Lo! “
Ungkapan Nyantai aja, Coy!
“Kalau kita sudah belajar dengan maksimal, nyantai aja menghadapi ujian.”
Sebagai remaja yang memiliki kemampuan berpikir, tentu kita tidak mau dong termasuk orang yang “asbun” alias “asal bunyi” dalam bicara. Nah karena itu, sebaiknya kita meninjau kembali apakah “bahasa gaul” yang setiap hah kita gunakan itu sudah sesuai tidak konteksnya dengan nilai-nilai kesopanan dan moral. Biar nggak asal bunyi. Bahasa yang digunakan seseorang mencerminkan pribadinya. Silakan saja menggunakan “bahasa gaul” sebagai cerminan bahwa kita memang remaja yang senang bergaul. Namun hati-hati, jangan karena kita merasa bangga jadi “anak gaul” tetapi “bahasa gaul” yang kita gunakan tidak tepat konteksnya atau bertentangan dengan nilai-nilai kesopanan dan moral. Sebab jika demikian bisa-bisa kita justru disebut “anak yang salah gaul”. Ya nggak?!

*Penulis adalah penulis buku dan pemerhati masalah sosial remaja, tinggal di Bogor